Gambaran Kehidupan Yang Begitu Buram

Jihad
Guratan kesedihan begitu nampak jika membandingkan pemuda di masa sahabat Nabi dengan pemuda masa kini. Sekarang kita menemukan, hampir semua pemuda telah kehilangan eksistensi. Daya dahsyat yang menggelora dalam jiwa-jiwa mereka padam dengan nyanyian-nyanyian erotis yang mengumbar birahi. Mereka telah kehilangan kejantanan, keperwiraan, izzah dan kewibawaan, tertelan oleh pekatnya zaman yang kelam. Diri merekapun terkadang harus mati sebelum waktunya.
Jika dulu ada Abdullah bin Umar yang bersedih karena tak diikutsertakan di medan jihat, sekarang lelaki bersedih karema hanya penghianatan wanita-yang bergelar kekasih- yang sesungguhnya tidak perlu dilakukan.

sakaw
Jika permainan bocah-bocah sahabat dulu adalah tombak, panah dan pedang, mahir mengendarai kuda yang menjadi kendaraan perang ketika itu, justru bocah sekarang disibukkan dengan playstation, film porno, kencan dsb. Dulu bayi yang lahir dari rahim shahabiyat (para sahabat wanita Rasulallah) hanya menangis ketika lahir, saat ini yang terlahir adalah bayi yang terus menangis (cengeng) meskipun sudah berkumis. (lagi…)