-kepada O

kekasihku, biarpun saat pertama berjumpa dulu
belum sempat ku ucapkan rindu
tapi rasakanlah getar-getar sahdu
kau ku bonceng di atas honda pak guru
yang ku pinjam tuk mengantarmu

kekasihku, biarpun sampai kita bertukar nomor telepon
belum juga kukatakan suka
tapi bacalah setiap kalimat di mataku
sengaja ku pilah dari jutaan kosakata
untukmu, duhai primadona

kekasihku, kini kita saling tahu
biarpun malu (ditertawakan bocah pencari layang-layang) ku katakan sepenuh hati
: aku mencintaimu

I.

jika air mata

mampu menghapus

rindumu

maka menangislah

hingga tetesnya mampu

menghanyutkan perahumu

berlabuh ke dasar

hatiku

II.

masih ingatkah

kau tentang air mata

penghapus rindu, itu?

yang dulu selalu

kau titipkan pada

sang bayu

kini

tetesnya kian deras

menemani sepiku

dalam kesendirian

merindukanmu

III.

bersama sepi

air mata penghapus rindu

menjadi teman abadi

ketika senja mengusir pelangi

mega-mega bermandi arang

menghiasi perpisahan kita

; ku peluk erat cinta yang mengalir di tubuh kita

kepada

: eyang kakung di peristirahatan abadi

air mataku kembali bersenandung

diiringi dendang kunang-kunang

getir hati mengucap ayat suci

langit meneduh bermandi arang

pohon angin pun bertasbih

kereta kencana melaju

beroda empat delapan kaki

panji kuning berkibaran

hitam-hitam berdatangan

teriris pilu

menyayat kalbu

melepasmu

eyang kakung ku..

*kendal, 8 Maret 2010

senandung rindu untukmu Chindera ku

wahai bunga temaramku

dalam setiap denting nadimu

terdengar nyaring nafas cintaku

degupnya merdu mengguncang romaku

hembusnya kencang getarkan sukmaku

wahai bunga temaramku

hadirlah engkau dalam mimpiku

yang dalam senyummu

menebar rindu

menghujam jantungku

mencuri hatiku

meraih cintaku

wahai bunga temaramku

jadilah engkau

bunga hatiku

: panda putih

hatiku berkecah lagi

berkeping-keping

berhamburan di tepi jalanan

jangankan memungut

melihatnya pun mereka tak sudi

tapi

kau kah itu?

dengan lembut senyum mu

mengumpulkan satu demi satu

keping-keping hati ini

kau kah itu?

yang merajutnya kembali

menyatukan dan memasangya untukku

kau hidupkan lagi

hati ku yang sunyi

tanpa pernah peduli

lalu lalang orang memaki

kau kah itu?

panda putihku?

*senandung rindu, untukmu CHINDERA ku

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.