Ibu kota
kenapa kau tak secantik dulu
kini wajahmu kusut termake up asap kendraan
rambutmu kumal semrawut rambu jalanan
jari lentikmu menjulang langit bercakaran
Ibu kota
kenapa kau sekarang gampang marah
cepat sekali kau mengasap
menghanguskan semua keliaran istana
apa karena aliran darahmu yang tersendat
disetiap pagi yang selalu padat
Ibu kota,
kenapa bunga dan kupu-kupu di taman menghilang
siapa yang sudah memetik mereka
hingga harus tercecer di pinggir jalan
berhamburan bila sirine berdendang
Ibu kota
siapa sebenarnya suamimu
yang telah menghamilimu
meninggalkan berjuta dilema
hingga kau sampai lupa memejamkan mata
Ibu kota
tunjukkan dimana kakimu
biar kubasuh dan kucium
agar ku bisa melihat surga
yang banyak orang katakan
yang bisa ditemui disetiap persimpangan
Ibu kota
oh Ibu kota
boleh dijadikan ibu siapa saja
