Malam itu, saperti biasa aku memanjakan tubuhku di depan televisi sambil mengutak-atik Hanpone. Namun betapa kagetnya aku ketika mendengar suara Ayahku yang seketika itu roboh di sampingku. Tanpa aku sadari Ayahku sudah terbaring lemas. Kontan aku segera membopong Ayah ke tempat tidur.

Tanpa sadar air mataku tiba-tiba berlinang. Menyentuh tubuh Ayahku yang luar biasa panasnya. Mungkin karena aku kurang paham dengan ilmu kesehatan, jadi malam itu aku hanya membaluri tubuh Ayahku dengan minyak kayu putih dan ku coba untuk memijit-mijit tubuh beliau. Ku buatkan teh hangat dengan harapan bisa memperbaik keadaan beliau.

Pagi harinya, keadaan Ayah belum juga membaik. Kuputuskan untuk membawa ayahku untuk berobat di Rumah Sakit. Setelah antri lebih dari 2 jam, akhirnya tiba giliran Ayahku untuk diperiksa dokter. Namun betapa bodohnya aku yang tidak mendampingi Ayah ketika diperiksa. Beberapa waktu kemudian Ayah keluar ruangan dengan membawa beberapa lembar keterangan dari dokter. Betapa kagetnya aku ketika mengatahui tekanan darah Ayah mencapai 200 /110 mmHg.

Itu berarti Ayah menderita tekanan darah tinggi. Yang lebih membuat aku kaget adalah ketika kulihat stempel yang bertuliskan KRONIS pada resep dokter. Aku tak menyangka, Ayah yang tadinya sehat tiba-tiba menderita Hipertensi. Aku hanya pasrah padaMu ya Robby. Setelah itu, kutebus resep dokter ke apotek. Lagi-lagi, aku harus tertunduk lemas.

Bagaimana tidak? Kulihat belasan tablet obat yang di berikan oleh apoteker. Yang lebih mengagetkan jumlah uang yang ku bayarkan untuk menebus obatnya senilai lebih dari 400 ribu. Tapi bagaimanapun harus ku tebus obat ini untuk kesembuhan Ayah.

Oleh karena itu, saya mohon bantuan doa dari rekan-rekan bloger untuk kesembuhan Ayah saya. Di samping itu, selama saya merawat Ayah. Saya memutuskan untuk cuti mosting dulu sampai Ayah sembuh.