Babad Kaliwungu

Babad Kaliwungu

Legenda Babad Kaliwungu yang berasal dari Jawa Tengah dipentaskan dalam bentuk sendratari di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (6/6) malam. Meski sering dibuat bermacam versi, namun cerita ini tidak pernah membuat bosan penikmatnya. Legenda yang mengisahkan perjuangan Sunan Katong dalam menyebarkan agama Islam di daerah Kendal Kaliwungu ini cukup memukau para penonton yang hadir, antara lain Menteri Dalam Negeri Mardianto dan para duta besar negara sahabat.

Kebetulan dalam kesempatan yang membanggakan itu saya sempat datang. Berbekal informasi dari Ayah teman SMA saya yang kebetulan ikut dalam rombongan. Namun saya juga teringat dengan Pak Aslam Kussatyo yang merupakan anggota Dewan Kesenian Kendal. Bagaikan kembali pulang kampung. Karena saya menyaksikan sendratari babad kaliwungu yang asli dari daerah kelahiran.

kotekan

kotekan

Tak disangka, acara ini sungguh meriahnya. di tampilkan pula beberapa kesenian lain khas kendal yaitu KOTEKAN. Kotekan adalah memukul lesung dengan tongkat sehingga menghasilkan nada yang bagus. Dalam tradisi orang kendal, sebenarnya kotekan adalah menumbuk padi secara tradisional dengan menggunakan lesung sebagai medianya.

oleh-oleh kendal

oleh-oleh kendal

eokok ala arab

Rokok hisab ala timur tengah

Beberapa meter dari tempat kotekan, langkah saya terhenti di stan pameran Disperindag. Di sini disuguhkan bermacam-macam kerajinan, oleh-oleh, juga berbagai macam hasil home industri khas kendal.

Melon MURI

Melon MURI

Ada juga buah-buahan khas kendal. yaitu melon terberat yang pernah masuk MURI.

Secara tidak langsung daya sabgat berterima kasih kepada Ibu Markesi yang merupakan Wakil Bupati kendal, yang sudah menampilkan kesenian kab. Kendal di Jakarta ini. Meskipun hanya semalam, tapi saya seakan-akan kembali lagi ke kampung halaman.

Sumber berita dan gambar : Liputan6.com dan dokumentasi pribadi