Gambaran Kehidupan Yang Begitu Buram

Jihad
Guratan kesedihan begitu nampak jika membandingkan pemuda di masa sahabat Nabi dengan pemuda masa kini. Sekarang kita menemukan, hampir semua pemuda telah kehilangan eksistensi. Daya dahsyat yang menggelora dalam jiwa-jiwa mereka padam dengan nyanyian-nyanyian erotis yang mengumbar birahi. Mereka telah kehilangan kejantanan, keperwiraan, izzah dan kewibawaan, tertelan oleh pekatnya zaman yang kelam. Diri merekapun terkadang harus mati sebelum waktunya.
Jika dulu ada Abdullah bin Umar yang bersedih karena tak diikutsertakan di medan jihat, sekarang lelaki bersedih karema hanya penghianatan wanita-yang bergelar kekasih- yang sesungguhnya tidak perlu dilakukan.

sakaw
Jika permainan bocah-bocah sahabat dulu adalah tombak, panah dan pedang, mahir mengendarai kuda yang menjadi kendaraan perang ketika itu, justru bocah sekarang disibukkan dengan playstation, film porno, kencan dsb. Dulu bayi yang lahir dari rahim shahabiyat (para sahabat wanita Rasulallah) hanya menangis ketika lahir, saat ini yang terlahir adalah bayi yang terus menangis (cengeng) meskipun sudah berkumis.
Sedih memang, tapi memang seperti inilah gambaran buram pemuda masa kini. Semakin marak era globalisasi, semakin marak pula era mengumbar syahwat. 
Kita tahu jaman sahabat Rasulullah SAW dulu, wanita itu selalu menutup auratnya tanpa terbuka seikitpun. Namun yang kita lihat sekarang, banyak sekali wanita yang sengaja membuka auratnya. Ada yang sengaja membuka aurat hanya untuk sensasi, mode, atau bahkan sengaja untuk menarik syahawat lelaki. Memang tidak dapat dipungkiri, jikalau negara kita negara muslim terbanyak di dunia. Namun dalam realita, apakah semua orang muslim tersebut telah menjalankan syareat dan aqidah agama dengan benar? Atau hanya sekedar statusnya saja yang muslim? Naudzubillah….
Semangat untuk meningkatkan ibadah seakan-akan hanya bayangan saja.
Bila
ada sebuah pengajian, coba kita lihat. Yang ada di masjid, mushola, dan tempat tempat yang lain. Kebanyakan hanya orang-orang lanjut usia yang memang mencari bekal akhirat yang datang. Lalu kemanakah para pemuda kita? Mereka malah asyik pergi ke konser music, diskotik atau bahkan asyik kencan. Agama seakan-akan hanya pembalut status saja dan terancam tereleminasi.
Sebagai pemuda harapan bangsa, sebaiknya kita merubah sikap kita mulai dari sekarang. Meskipun baru N. Aceh Darussalam yang baru memerapkan sistem / hukum islam, sebaiknya kita mulai mencontoh daerah tersebut.
Mari tingkatan iman dengan Cinta Allah.
19 Juni 2009 at 10:50 am
amien semoga terwujud cita cita tulisan ini
@ mas suwung
tulisan ini akan terwujud tanpa doa dan tindakan kita bersama
20 Juni 2009 at 11:27 am
soekarno pun mengakui kalau pemuda punya kekuatan dahsyat utk melakukan perubahan. saatnya kaum muda menunjukkan aksinya!
20 Juni 2009 at 12:10 pm
“pemuda Indonesia hanya berani bersuara di belakang saja_tak ada suara yg terdengar jelas di kuping Indonesia,mung gremeng thok!, tak ada tindakan yg realis”
ada yg tidak setuju??
20 Juni 2009 at 12:20 pm
seharusnya kita sebagai anak cucu Adam,bisa dengan bangga memperlihatkan pada dunia tentang Islam kita yang begitu sempurna,tentang Islam kita yg begitu damai_tapi,itu hanya sebatas kata “seharusnya”,tapi mereka-ampunilah mereka,ya Rabb-malah dengan bangga merusak sejatinya Islam…mereka payah…mereka yg hanya mengaku Islam-semoga bukan aku yg berada di dalam nya,amin-