kami ingin menjadi juni. yang selalu terlahir di tengah masehi.
kami takkan mengeluh meskipun sehari lebih muda dari adik kami juli.

meskipun kami harus menangis, meratapi kebahagiaan yang menjadi histeris. karena nilai kami yang terlalu tragis. pada selembar kertas yang penuh mistis

kami tetap ingin menjadi juni. walau tak mendapatkan berkah jual beli kursi, dari yang terdegradasi. kami tetap setia mengubah merah jadi biru, biru jadi abu-abu dan abu-abu menjadi guru. agar kami dikenang selalu

dan kami ingin menjelma juni. agar kami tak pernah kehabisan pangan. meskipun selama hidup kami selalu merindu hujan;

merindu kasih sayang