kepada

: eyang kakung di peristirahatan abadi

air mataku kembali bersenandung

diiringi dendang kunang-kunang

getir hati mengucap ayat suci

langit meneduh bermandi arang

pohon angin pun bertasbih

kereta kencana melaju

beroda empat delapan kaki

panji kuning berkibaran

hitam-hitam berdatangan

teriris pilu

menyayat kalbu

melepasmu

eyang kakung ku..

*kendal, 8 Maret 2010