kepada
: eyang kakung di peristirahatan abadi
air mataku kembali bersenandung
diiringi dendang kunang-kunang
getir hati mengucap ayat suci
langit meneduh bermandi arang
pohon angin pun bertasbih
kereta kencana melaju
beroda empat delapan kaki
panji kuning berkibaran
hitam-hitam berdatangan
teriris pilu
menyayat kalbu
melepasmu
eyang kakung ku..
*kendal, 8 Maret 2010
23 Juni 2010 at 10:33 am
Salam kenal Mas!
17 Maret 2011 at 12:14 am
Semoga tenang disama mas,,,!