I.

jika air mata

mampu menghapus

rindumu

maka menangislah

hingga tetesnya mampu

menghanyutkan perahumu

berlabuh ke dasar

hatiku

II.

masih ingatkah

kau tentang air mata

penghapus rindu, itu?

yang dulu selalu

kau titipkan pada

sang bayu

kini

tetesnya kian deras

menemani sepiku

dalam kesendirian

merindukanmu

III.

bersama sepi

air mata penghapus rindu

menjadi teman abadi

ketika senja mengusir pelangi

mega-mega bermandi arang

menghiasi perpisahan kita

; ku peluk erat cinta yang mengalir di tubuh kita